LAPORAN ECHINODERMATA
BAB
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bintang laut dan sebagian besar
echinodermata adalah hewan atau
hewan yang bergerak lamban denagn
simetri radial sebagai hewan dewasa. Bagian internal dan eksternal hewan itu
dari menjulur tengah atau pusat, seringkali berbentuk lima jari-jari. Kulit
tipis menutupi eksoskeleton yang terbuat dari lempeng keras. Sebagian besar
hewan echinodermata bertubuh kasar karena adanya tonjolan kerangka dan duri
yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas dari echinodermata adalah system
pembuluh air , suatu jaringan saluran hidraulik yang bercabang menjadi
penjuluran yang disebut kaki tabung yang berfungsi dalam lokomosi, makan,dan
pertukaran gas ( Campbell,2003).
Sifat
umum filum ini selanjutnya ialah epidermis hewan dari filum ini biasanya
berbulu getar dan berisi sel-sel kelenjar dan sel-sel indera. Osikula, yakni
kerangka berupa lempeng-lempeng kapur dalam dinding tubuh dapat berjumlah
beberapa, kecil dan terbesar uas dan dapat berukuran besar , jumlahnya besar,
kurang lebih bergabung erat menjadi kerangka yang nyata. Osikula-osikula
tertentu biasanya membentuk duri. Ada pediselari, yakni pinset yang sangat
kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop (Rohmimorhtarto,
2001).
Bintang
laut tidak mempunyai ujung posterior, juga tidak memiliki sisi kanan dan sisi
kiri yang jelas. Pola tubuh seperti ini disebut simetri radial, sebab
bagian-bagiannya memancar dari sebuah pusat seperti jari-jari roda memancar
dari porosnya. Tetapi anehnya pada larva ini agak mirip denagn larva beberapa
chordate anpa vertebra (Rohmimorhtarto, 2001).
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun
tujuan dilakukan praktikum ini adalah mengidentifikasi klasifikasi dari kleas
Echinodermata dan mengamati morfologi atau anatomi dari kelas Echinodermata.
BAB
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Morfologi Enchinodermata
Hewan Echinodermata bertubuh kasar karena
ditutupi tonjolan kerangka atau duri yang memiliki berbagai fungsi tetapi ada
juga sebagian tidak memiliki duri seperti timun laut. Sistem pencernaan cukup
berkembang, tetapi tidak memiliki sistem ekskresi. Kebanyakan hewan ini
diosius, saluran reproduksi sederhana, sedangkan fertilisasi berlangsung
eksternal (Pecherik, 2005).
2.2 Sistem Pembuluh
Sistem pembuluh air berfungsi untuk
mengerakkan kaki tabung (tube feet) dengan cara mengatur masuk dan
keluarnya air laut melalui madreporit (saluran keluar masuknya air).
Kontraksi ampula mengatur volume air dalam kaki tabung, berarti mengatur gerak
kaki tabung. Kaki tabung juga berfungsi untuk merayap, berpegang pada substrat,
memegang mangsa atau membantu pertukaran gas 02 dan C02 (Nontji, 1993).
2.3 Sistem
Pernafasan
Alat pernafasan utama Echinodermata ialah insang
kulit yang merupakan perluasan rongga tubuh yang keluar melalui lubang-lubang
kecil di antara osscle kapur. Rongga tubuh berisi cairan semacam getah
bening, mengandung amebocyte yang berkepentingan dalam peredaran darah,
pernafasan dan ekskresi. Didalam rongga tubuh terdapat organ dalam seperti
kelenjar pencernaan. Hewan ini bertahan hidup dengan suatu sistem
pembuluh air yang unik yang dilibatkan di dalam pernapasan, gerakan, dan
pertemuan makanan. Mulut itu ditempatkan di bagian bawah dari tubuh. Organ
bagian badan terdiri dari suatu lima bagian simetris termasuk gigi dan struktur
seperti lidah yang gemuk (Sugiarto, 2007).
2.4 Klasifikasi Echinodermata
Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu
Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea antara lain
adalah:
1. ASTEROIDEA
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang jumlahnya sekitar 1.600
spesies. Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Tubuh Asteroidea memiliki
duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk
seperti catut yang disebut Pediselaria.
2. OPHIUROIDEA
Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular
(Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti
asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel.Cakram pusatnya kecil
dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri
tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan
lengan-lengannya.
3.
ECHINOIDEA
Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang berbentuk
bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia
punctulata).Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.Echinoidea memilki alat
pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.
4. HOLOTHUROIDEA
Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang. Hewan ini
tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.
Daerah ambulakral dan interambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang
tubuhnya. Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.
5.
CRINOIDEA
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Crinoidea
terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok
yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai
dikenal sebagai bintang laut berbulu.
BAB
III. METODOLOGI
3.1.
Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari kamis 10 Mei 2017 pada waktu 15.00 WIB. Bertempat di
Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas
Bangka Belitung.
3.2.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum
Kelas Echinodermata ini adalah wadah sample,wadah terbuka. Sedangkan bahan yang
digunakan adalah sample biota dari Kelas Echinodermata yang akan diamati.
3.3.Cara
Kerja
Disediakan
terlebih dahulu alat serta bahan yang dibutuhkan. Sample biota dari Kelas
Echinodermata dipindahakan kedalam wadah terbuka. Diamati morfologi atau
anatomi bagian luar biota itu, kemudian digambar dan dijelaskan bagian-bagian
dari biota tersebut. Digambar dan diberi keterangan secara lengkap bagian biota
yang didapat.
BAB
V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1
Simpulan
Adapun kesimpulan dari
praktikum Echinodermata yaitu :
1. Echinodermata
adalah hewan yang berkulit duri . kulitnya memunyai lempeng-lempeng zat kapur
dengan duri –duri kecil.
2. Hewan
ini bisa hidup di pantai dan didalam laut kedalaman sekitar 366m.
3. Keistimewaaan
Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh ) lima atau kelipatannya .
4.
Echinodermata memiliki saluran
abulakral yaitu saluran air ,yang fungsinya untuk bergerak,bernafas,atau untuk
membuka mangsanya yang memiliki cangkok.
5.2
Saran
Adapun saran dari
melakuka paktikum Echinodermata yaitu kegiatan wisata sebaiknya jika terdapat
beberapa spesies Echinodermata tidak mengambilnya secara sembaranga dan
melestarikan spesies Echinodermata .
DAFTAR
PUSTAKA
Niel,
A. C, Jane, B. R & Lawrence, G. M. 2003. Biologi. Edisi 5. Jilid 2.
Jakarta: Erlangga. him: 240-242.
Romimohtarto, K. & S. Juwana. 2001. Biologi
Laut. Jakarta: Djambatan. him: 245-250.
Pecherik J. A. 2005. Biology Of the
Invertebrata. Fifth edition. New York : The McGraw- Hill Companies, Inc.
him: 485-500.
Nontji, A. 1993. LautNusantara. Jakarta:
Djambatan. him: 200-209.
Sugiarto, H. 2007. Warta Oseanografi.
Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, him:
8.
Komentar
Posting Komentar