LAPORAN PRAKTIKUM AVERTEBRATA SIPUNCULA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sipuncula dideskripsikan sepintas sebagai hewan laut mirip cacing tapi tanpa segmen, tubuhnya terbagi menjadi badan
utama (trunk) dan belalai
(introvert) yang bisa ditarik
ke dalam atau belakang,
perbandingan panjang kedua bagian itu bervariasi untuk tiap-tiap jenis. Sipuncula merupakan filum
minor dalam
kelompok besar hewan
bilateria, yaitu kelompok hewan yang
bersifat tripoblastik, tubuhnya simetris bilateral dan terbentuk dari tiga macam
lapisan benih (endodermis, mesodermis dan ektodermis
(Suwignyo, 2005).
Filum ini secara khusus belum dipelajari dengan baik, dilaporkan baru
sekitar 300 jenis yang telah dideskripsi secara formal, semua di laut dan umumnya perairan dangkal. Ada yang meliang semipermanen
dalam pasir dan lumpur, ada yang di celah karang,
dalam kerang kosong, bahkan mengebor ke dalam karang. Merekapun tidak meninggalkan lubang di permukaan pasir atau
lumpur untuk menunjukkan kehadiran
mereka, sehingga relatif sulit untuk ditemukan
dan ditangkap (Kozloff, 1990).
1.2
Tujuan
Adapun
Tujuan dilakukan praktikum ini adalah mengidentifikasi klasifikasi dari kelas
Sipuncula dan mengamati morfologi atau anatomi dari kelas Sipuncula.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Morfologi
Filum Tubuh
Sipuncula dan Echiura
Bentuk
tubuh Sipuncula seperti buah labu, panjang dan langsing,serta sangat retraktil.
Bagian anterior yang lebih ramping disebut introvert,karena seluruh bagian
tersebut dapt ditarik masuk ke dalam badan yanglebih gemuk di bagian posterior.
Di ujung anterior introvert terdapat mulutyang dikelilingi rumbai-rumbai, lobus
atau tentakel, yang dilengkapi cilia.

Gambar 7.1 Anatomi Sipuncula (A) Sipunculus nudus dan (B)Golfingia
vulgaris (Barnes, 1994).
Bentuk Echiura bulat panjang,
mempunyai proboscis tetapi tidakdapat ditarik ke dalam badannya. Panjang
proboscis bervariasi, umumnya lebih pendek daripada badan. Namun Ikeda,
daripantai Jepang mempunyai panjang tubuh 40 cm dengan proboscis 1,5 m.
Permukaan tubuh halus atau dihiasi kutil-kutil yang tersusun
melingkar atautidak beraturan (Banres ,1994).
2.2 Sistem
Reproduksi Filum Sipuncula dan Echiura
Sipuncula
dioecious, pembuahan diluar. Telur dan spermadikeluarkan melalui metanephridia.
Perkembangan langsung atau melaluistadia trochophore yang berenang bebas satu
hari sampai satu bulan,kemudian mengalami metamorfosa menjadi cacing muda dan
turun kedasar laut. Beberapa jenis Sipuncula melakukan reproduksiaseksual
dengan membuat sekatan dan membelah dua pada bagian posterior badan.Reproduksi
seksual pada Echiura, dioecious, pembuahan eksternaldi air laut, kecuali
Bonelia. Telur menetas menjadi larva trochophore yangberenang bebas sebagai
meroplankton, kemudian turun ke dasar laut dantumbuh menjadi Echiura muda yang
hidup sebagai benthos
(Banres ,1994) .
2.3 Kebiasaan
Makan dan Cara Makan Filum Sipuncula dan Echiura
Sebagai deposit feeder, Sipuncula
tidak selektif dalam hal makanan.Memakan segala macam butir-butir makanan yang
mengendap di dasar perairan dengan menggunakan tentakelnya yang bercilia.
Beberapa jenis menelan substrat pada waktu membuat liang, dan
mencernamikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Mulut berhubungan dengan
esophagus, dan usus yang memanjang dan melipat di ujung posterior,menuju
anterior dalam bentuk memilin seperti pegas. Anus terdapat diujung anterior
badan di bagian dorsal. Kecuali pada Onchnesoma
, anusterletak pada introvert .Sebagian besar Echiura memakan detritus dengan
cara menelandetritus yang terperangkap pada lendir di bagian dalam proboscis
(Suwignyo dkk,2005).
2.4
Klasifikasi Filum Sipuncula
dan
Echiura
Identifikasi
Sipuncula antara lain berdasarkan panjang relativeintrovert terhadap badan,
bentuk mulut, tentakel dan nuchal organ.Sipuncula terbagi atas dua kelas, yaitu
: Phascolosomida dan Sipunculida.Phascolosomida terdiri dari dua bangsa yaitu :
Aspidosiphoniformes danPhascolosomiformes. Sedangkan
Sipunculida terdiri dari dua bangsa yaitu :Golfingiaformes
dan Sipunculiformes (Barnes, 1994).
BAB III
METODOLOGI
3.1.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari kamis 23 Februari 2017 pada waktu 15.00 WIB. Bertempat
di Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas
Bangka Belitung.
3.2.
Alat dan Bahan
Alat yang
digunakan pada praktikum Filum Spincula ini adalah wadah sample,wadah terbuka.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah sample biota dari Filum Spincula yang
akan diamati.
3.3.Cara
Kerja
Disediakan terlebih
dahulu alat serta bahan yang dibutuhkan. Sample biota dari filum Spincula
dipindahakan kedalam wadah terbuka. Diamati morfologi atau anatomi bagian luar
biota itu, kemudian digambar dan dijelaskan bagian-bagian dari biota tersebut.
Digambar dan diberi keterangan secara lengkap bagian biota yang didapat.
BAB V
KESIMPULAN dan SARAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Klasifikasi
dari spesimen Sipuncula yaitu Kingdom : Animalia, Filum : Sipuncula , Kelas :
Sipunculidae , Ordo : Golfingiida , Famili : Golfingiidae , Genus : Golfingia ,
Spesies : Golfingia elongata dan Sipunculus norvegus
2. Tubuh
sipuncula terdiri dari bagian mulut,introvert,tankel,badan,duri,dan anus. Di
bagian mulut terdapat rumbai-rumbai dan bagian tankelnya dilengkapi dengan
cilia.
5.2
SARAN
Adapun saran yang dapat
penulis sampaikan melalui laporan ini adalah : pelestarian dan penjagaan
ekosistem yang teratur akan memperkaya ketersediaan biota . Sehingga tidak mudah punah dan dapat
berkembangbiak dengan baik.
Komentar
Posting Komentar